YESUS ADALAH RAJA DAN HAKIM YANG ADIL

Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam
Bacaan: Yeh. 34:11-12,15-17; 1Kor. 15:20-26,28; Mat. 25:31-46

Hari ini adalah Hari Minggu Biasa ke-34 atau minggu terakhir dari siklus masa pekan biasa menurut penanggalan liturgi Gereja kita. Dalam minggu terakhir masa biasa ini, kalender liturgi diakhiri dengan merayakan pesta Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam. Dan minggu depan kita sudah memasuki masa Adven.

Sebutan Tuhan kita Yesus Kristus sebagai Raja, bukanlah dalam artian seorang raja yang memimpin suatu kerajaan wilayah duniawi, melainkan suatu Kerajaan yang tidak datang dari dunia ini (bdk. Yoh 18:36).   Sebagai Raja, Yesus mendapat wewenang dari Allah Bapa untuk menjadi hakim atas semua umat manusia. Penghakiman atas diri umat manusia, akan dilakukan oleh Yesus berdasarkan pada perbuatan kasih dan kebaikan kita terhadap sesama yang menderita. Pertimbangan itulah, yang dalam bacaan Injil pada hari ini, digambarkan bahwa kita kelak akan dipisahkan menjadi golongan domba dan kambing. Golongan domba adalah gambaran orang yang benar hidupnya menurut kehendak Allah dan yang akan mendapat ganjaran untuk masuk ke dalam hidup yang kekal. Jika selama kita hidup di dunia  melakukan perbuatan baik dan kehendak Tuhan itu, maka kita kelak akan diundang oleh Tuhan  untuk menerima Kerajaan yang telah disediakan bagi kita sejak dunia dijadikan (bdk. Mat. 25:34). Sedangkan golongan kambing adalah gambaran dari mereka yang menolak dan tidak menuruti kehendak Allah, yang akan mendapat hukuman untuk masuk ke tempat siksaan yang kekal.

Dalam bacaan pertama, nabi Yehezkiel menggambarkan bangsa Israel yang hidup dalam ketercerai-beraian. Para pemimpin bangsa Israel tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Mereka telah lalai dalam menuntun umat Allah sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah, sehingga bangsa Israel jatuh ke dalam kesengsaraan. Dalam keadaan tersebut nabi Yehezkiel menubuatkan tentang pemulihan bangsa Israel dengan datangnya sang Mesias. Mesias yang akan datang tersebut memiliki ciri sebagai gembala yang baik untuk mereka. Gambaran gembala yang baik menurut Yehezkiel adalah memperhatikan, mencari domba yang tercerai-berai dan tersesat, membalut yang terluka, menyembuhkan yang sakit, menjaga, menggembalakannya di padang rumput yang hijau. Nubuatan Yehezkiel tersebut tergenapi dengan kehadiran Yesus. Kedatangan Yesus ke dunia adalah untuk keselamatan umat manusia dari kematian kekal akibat dosa.

Kematian kekal akibat dosa adalah warisan Adam. Itulah yang dikatakan oleh Rasul Paulus dalam bacaan kedua. Warisan dosa Adam itulah yang membawa kita kepada kematian kekal. Namun berkat wafat dan kebangkitan Yesus, kita mendapat jaminan bahwa maut akan dikalahkanNya dan kita kelak akan dibangkitkan untuk hidup kekal bersama Tuhan. Karena Kristus yang dibangkitkan sebagai yang sulung dari antara orang-orang mati, maka Iapun yang akan menyebabkan kebangkitan kita pada waktu kedatanganNya (bdk. 1Kor 15:23). Pernyataan Rasul Paulus ini menunjukkan kepada kita suatu pengharapan iman bahwa jika kita mengalami kematian badan, namun demikian akan menjadi milik Tuhan, maka kita akan dibangkitkan kembali oleh Tuhan. Pada saat kebangkitan itulah, Tuhan datang sebagai Raja. Yesus  adalah Raja yang akan menaklukkan segala sesuatu di bawah kakiNya (bdk. 1Kor 15:22-27). Yesus adalah Raja, yang dalam bacaan Injil, yang akan memisahkan kita seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing (bdk. Mat 25:32). Yesus adalah Raja yang Mahaadil, yang memiliki kekuasaan menghakimi kita dan memberi kita bagian dari KerajaanNya untuk kita, seperti yang telah disediakan sejak dunia ini dijadikan (bdk. Mat 25: 34).

Sebagai orang beriman, tentulah kita berharap untuk mendapatkan bagian dari Kerajaan Allah tersebut. Tuhan akan memberikan hal itu, jika kita memenuhi persyaratan yang diajukan oleh Tuhan, yaitu  jika kita  melakukan  hal-hal nyata untuk sesama yang paling hina, seperti  memberi air kepada yang kehausan, memberi tumpangan, memberi pakaian, melawat yang sakit, mengunjungi yang di penjara (bdk. Mat 25:35-36). Perbuatan nyata tersebut itulah yang menjadi bahan pertimbangan Yesus Sang Raja Semesta Alam bagi kita  untuk memperoleh keselamatan kekal. Nah, adakah selama hidup ini kita melakukan perbuatan kasih yang baik sebagai ungkapan iman kita kepada Tuhan? Kita semua  kelak akan dihakimi atas dasar iman yang konkret dalam perbuatan baik tersebut. Mereka yang memiliki perbuatan kasih nyata kepada sesama, masuk ke dalam kebahagiaan kekal (bdk. Mat 25:35-40). Sebaliknya mereka yang tak berbuat kasih akan dibuang ke dalam siksaan kekal (bdk. Mat. 25: 41-46). Demikianlah yang disabdakanNya dalam Injil pada hari ini. Mumpung kita masih hidup di dunia, maka sambil berjaga-jaga menanti kedatangan Tuhan sebagai Raja yang Mahaadil, inilah saat dan kesempatan yang baik bagi kita untuk selalu memperbaharui hidup iman kita dalam perbuatan baik dan nyata bagi sesama. Semoga kita mampu mewujudkan hal itu dalam bimbingan Roh Kudus. Amin. 

Semoga Tuhan memberkati kita dan Selamat Berhari Minggu.

Antonius Purbiatmadi

 


 

POPULAR