"Kamulah Saksi-Saksi dari Semuanya Ini"

author photo April 14, 2024
Minggu, 14 April 2024
HARI MINGGU PASKAH III TAHUN B/II
BACAAN: Kisah Para Rasul 3:13-15.17-19; 1Yohanes 2:1-5a; Lukas 24:35-48

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan saksi menjadi enam. Yang pertama adalah orang yang melihat atau mengetahui sendiri suatu peristiwa. Yang kedua adalah orang yang dimintai hadir pada suatu peristiwa dan dianggap mengetahui kejadian tersebut.. Ketiga adalah orang yang memberikan keterangan di muka hakim untuk kepentingan pendakwa atau terdakwa. Keempat adalah keterangan yang diberikan oleh orang yang melihat atau mengetahui. Kelima adalah merupakan bukti kebenaran. Yang terakhir atau keenam adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan, penuntutan, dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang didengarnya, dilihatnya, atau dialaminya sendiri. Secara singkat saksi adalah orang yang mengetahui, melihat, mengalami sehingga dapat memberikan keterangan dan kesaksian yang bisa menjadi bukti kebenaran. 

Dalam bacaan Injil hari ini Yesus berpesan kepada murid-muridNya bahwa mereka adalah saksi-saksi-Nya (bdk. Luk 24:48). Pada awal bacaan injil, kita bisa membaca reaksi para murid yang panik ketika mereka melihat Yesus yang tiba-tiba hadir di tengah mereka. Mereka masih tetap panik meskipun mereka telah mendengar tentang penampakan-penampakan Yesus. Mereka masih tetap bingung dan tegang karena hal-hal yang tidak biasa ini. Yesus memahami kebingungan para murid dan kemudian merumuskan apa yang para murid rasakan, bahkan menunjukkan kepada mereka bekas luka-lukaNya dan makan ikan yang diberikan oleh mereka (bdk.Luk 24:38-40). Dia memahami kesulitan mereka dan setelah bangkit pun, Ia masih mengajar mereka supaya mereka mengerti apa yang sesungguhnya terjadi. Pengajaran-pengajaran ini juga disampaikan kepada kita saat ini.

Pertama, Yesus menunjukkan bahwa Yang Bangkit adalah sungguh Dia Yang Disalib. Ia mengingatkan kita bahwa tubuh-Nya yang disalib adalah tubuh yang dipersembahkan kepada Allah sebagai korban. Tuhan yang kita muliakan adalah Tuhan yang dikorbankan dan peristiwa pengorbanan diri-Nya itu tetap berlangsung dan berlaku sampai sekarang ini

Kedua, rencana keselamatan Allah, yang termuat dalam Perjanjian Lama lewat Taurat, para nabi dan Mazmur, menjadi kenyataan dalam Perjanjian Baru. Keselamatan umat manusia itu ialah pengampunan dosa bagi segala bangsa. Dengan kata lain, korban di salib adalah korban silih Yesus bagi semua orang. Yesus sebagai Mesias telah mengorbankan diri bukan hanya untuk keselamatan Israel, melainkan bagi segenap umat manusia di seluruh Dunia. 

Dosa itu bagaikan jerat yang menyeret orang ke dasar jurang yang makin dalam sehingga orang merasa tak berdaya. Orang yang terbawa ke sana akan mati dan mengalami siksaan terus menerus. Satu-satunya jalan ialah berteriak minta pertolongan kepada Yang Maha Kuasa, Pertobatan adalah berseru dan percaya masih ada yang bisa menolong. Pengampunan adalah pertolongan, pelonggaran, pelepasan dari tarikan ke dasar jurang tadi. Hanya Yang Maha Kuasa sendirilah yang dapat melakukannya. Ketika wafat, Yesus turun ke tempat orang mati, terseret sampai ke dasar jurang yang kelam. Satu-satunya-harapannya ialah Bapanya di surga. Bapa pun turun membebaskan-Nya. Kita mesti ingat bahwa Yesus sampai terseret ke dasar penderitaan itu bukan karena dosa-dosa-Nya melainkan karena dosa-dosa semua manusia. Maka pembebasan yang diperolehnya pun diperuntukkan bagi semua orang dan bukan untuk diri-Nya. 

Ketiga, Yesus berpesan kepada murid-muridNYa: “Kamulah saksi-saksi dari semuanya ini” (Luk 24:48). Pewartaan Kristiani adalah suatu kesaksian atas suatu fakta kematian dan kebangkitan Yesus. Pewartaan tentang Yesus Kristus bukanlah pertama-tama  menerangkan ajaran dan tingkah laku kita menurut hukum-hukum moral, melainkan lebih berupa memberi kesaksian atas kematian dan kebangkitan Yesus Tuhan karena disitulah letak awal berlakunya sejarah keselamatan umat manusia. Pewartaan terbaik adalah kesaksian kata dan perbuatan  atas kasih Kristus dalam penderitaan, kematian dan terutama dalam kebangkitan-Nya. Ini memberikan bukti nyata bahwa Gereja kita ini bukanlah hasil buatan manusia, melainkan merupakan karya Allah yaitu dengan pengorbanan diri Allah yang menjadi manusia. Hasilnya ialah pengampunan dosa bagi segala bangsa..

Seperti Yesus dalam segenap hidup dan karya-Nya didampingi Roh Kudus, Roh Kudus pulalah yang memberi kesaksian kepada kita dalam hati atau batin kita. Menjadi tugas kita selanjutnya untuk menyampaikan kesaksian itu kepada orang lain. Kita semua diminta untuk mempunyai sikap dan kesediaan menjadi saksi dari kenyataan tersebut. Kita mesti bisa menjadi saksi-saksi dengan kata, dengan kehidupan dan dalam situasi dan kondisi tertentu kesaksian dengan menyerahkan kehidupan kita kepada Allah

Selamat berhari minggu. 
Semoga Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita.

Kristophorus Wahyu Nugroho Utomo
Sie Kitab Suci – Maria Bunda Segala Bangsa





Next article Next Post
Previous article Previous Post