Orang Muda Katolik Membangun Bangsa

author photo November 19, 2023
Tiga bulan setelah Proklamasi kemerdekaan, 17 Agustus 1945, pecahlah perang di Surabaya pada tanggal 10 November yang menewaskan 20.000 di pihak Indonesia dan 1.500 di pihak sekutu. Peristiwa ini dipicu oleh kemarahan pihak sekutu yaitu Britania Raya dan Belanda karena pejuang yang merupakan tentara dan milisi yang pro-kemerdekaan Indonesia di kota Surabaya tidak mengindahkan ultimatum pihak sekutu dan ingin tetap mempertahankan kemerdekaan. Begitu dahsyatnya pertempuran tersebut, yang menjadi bagian dari  revolusi nasional Indonesia, maka 10 November ditetapkan menjadi hari Pahlawan Nasional, mewakili semua pertempuran-pertempuran sepanjang sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Di hari ini, OMK Santo Aloysius Gonzaga HKY di bawah bimbingan bidang pendampingan hidup  seksi kepemudaan, mengadakan kegiatan untuk memperingati Hari Pahlawan untuk menghormati dan mengenang jasa para pahlawan dengan tema Suara Anak Muda Katolik Membangun Bangsa.

Rangkaian acara diawali dengan misa ekaristi  yang dimulai pukul 10.30. Dalam khotbahnya, Romo Pera Arif Sugandi menyampaikan sebuah penelitian (yang keakuratannya boleh dikoreksi namun ada satu hal yang bisa dipetik hikmahnya) berkenaan dengan lokasi kematian seseorang.
  • 20 persen kematian karena berkendara,
  • 17 persen di rumah atau gedung atau berdiam di suatu tempat 
  • 14 persen pejalan kaki yang ditabrak
  • 16 persen bepergian  dengan moda angkutan
  • 32 persen di rumah sakit, dan terakhir
  • 0,01 persen dalam kebaktian di gereja.
Ternyata tempat teraman di dunia adalah di gereja. Di gereja untuk  belajar alkitab, berdoa, dan melakukan banyak hal.

Bacaan hari ini pun mengingatkan kita akan talenta kita. Kita mencari aman dalam hidup. Dengan talenta yang berbeda, namun amat disayangkan yang merasa menerima lebih sedikit merasa iri dan tidak didayagunakan. Padahal  tidak ada bakat yang tidak berguna. Bakat yang tidak berkembang diakibatkan oleh   rasa malas yang adalah salah satu bentuk dari dosa.

Ada beberapa tipe atau macam kecerdasan manusia. Linguistik,  logika eksak. atau matematis, psasial, contohnya  arsitek, kinestetik berkaitan dengan menari atau olahraga, kecerdasan berikutnya interpersonal yang pandai  bergaul, berinteraksi, musik, juga ada yang memiliki kecerdasan yang berkaitan dengan kebiijaksanaan.

Setiap orang punya kecerdasan di atas minimal satu di antaranya dan  entah yang berhubungan dengan indra pertama  kedua bahkan ke 6 atau 7.  Apalagi masih muda masih punya semangat untuk belajar. Maka pakailah dan lipatgandakan dengan perjuangan dan pengorbanan tentunya. Jangan sampai disiakan. Jangan sampai menyesal di kemudian hari. Jangan sampai ditegur "Kemana saja selama ini".

Satu, dua, dan atau  tiga, Tuhan telah mempercayakan kepada Anda  talenta dan anda pasti bisa menggunakannya  asal mau jangan malas supaya produktif. Tentu ketika diberi kepercayaan maka menjadi  tanggung jawab kita. Maka berlakulah sebagai anak Allah, inilah waktunya mulai untuk berguna dan berarti, selama masih  muda punya semangat, daya juang, dan waktu yang masih panjang. Tidak hanya untuk media sosial tapi juga untuk gereja yang pada akhirnya berguna bagi nusa dan bangsa.

Romo juga menggarisbawahi  seruan Bapa Uskup berkaitan dengan  perayaan 75 tahun hut keuskupan gereja sinodal berkatekese yg transformatif, misioner, berdialog dengan mensyukuri karunia anak, remaja, dan kaum muda, bahwa perlunya menggelorakan,  menghidupkan kaum muda.

Romo juga mengkritisi atau merasa sedih misa ini seperti misa lansia, mengapa tidak terdengar jawaban ketika aklamasi. (Bukan  bermaksud mengecilkan lansia) namun bagi kaum muda yang masih sangat bertenaga, terasa tidak punya semangat, gairah kehidupan. Munculkanlah roh-roh kehidupan agar gereja  punya warna dan hidup.

ORANG MUDA KATOLIK  MEMBANGUN BANGSA

Acara yang dihadiri lebih dari  50 OMK juga dari  Paroki MBSB dengan mengenakan baju/ kostum dengan tema  perjuangan dan baju daerah nusantara,  dilanjutkan dengan ramah tamah, penampilan band, dan talkshow di GSG  lantai 1. Budi Herprasetyo dari Barifal Group, founder dan coach World Club Incubation, yang terjun untuk membimbing anak muda membawakan talkshow bertema Orang Muda Katolik membangun bangsa.

Tantangan di masa depan yang berat. Masalah pertumbuhan sekularisasi (keduniawian yang menyesatkan seperti LGBT yang disusupkan dalam film-film fenomenal), perkembangan teknologi, kesehatan mental, lingkungan dan lain sebagainya. Apa yang harus kita lakukan. Apakah tanggung jawab kita terhadap kerusakan alam misalnya.

Orang muda katolik harus memiliki karakter dasar yaitu kasih, suka cita, perdamaian, kesabaran, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan kontrol diri (Galatia 5:22-23). Hal-hal tersebut harus menjadi karakter atau softskill kita sebelum belajar keahlian yang lain.

Untuk mengembangkan talenta, temukan bakat, luangkan waktu, berlatih keterampilan juga dalam organisasi. Tak hanya di lingkungan kampus tapi juga di gereja. Jangan lupa mohon bantuan Tuhan. Gunakan selalu  bakatmu dan bersuara yang  lantang.  Demikian pemaparan dari beliau.

- Fransiska Fajariani/doc. by Gloria
- Tim Komsos HKY






Next article Next Post
Previous article Previous Post