FOKUS DAN DEKAT PADA TUHAN

Minggu, 31 Januari 2021
Minggu Biasa IV Tahun B

Bacaan: Ul. 18:15-20,  1Kor.7:32-35, Mrk. 1:21-28

Banyak orang di jaman modern ini masih percaya akan ramalan-ramalan masa depan. Tidak sedikit, yang beragama Katolik pun, juga pergi menemui orang pintar atau paranormal untuk melihat nasib diri sendiri, anggota keluarga atau peruntungan karir atau usahanya. Padahal, di setiap malam Paskah kita selalu diajak untuk memperbaharui janji baptis kita berkaitan dengan niat-niat menghilangkan sikap percaya pada segala bentuk tahayul, ramalan-ramalan atau perbuatan lain dari usaha setan yang mempengaruhi iman kita. Memang aneh, orang di jaman kemajuan teknologi masih mencari-cari orang pintar dan yang cenderung menjauh dari Tuhan?

Bacaan-bacaan Kitab Suci pada hari Minggu ini mengajak kita untuk membangun sikap kesadaran diri bahwa Tuhan selalu hadir dalam hidup kita, Tuhan begitu dekat dengan kita. Namun karena ketegaran atau kedegilan iman kita, kita tidak mampu hidup dalam kesadaran akan kehadiran atau kedekatan Tuhan dalam diri kita. Seperti dalam bacaan pertama tentang gambaran bangsa Israel, yang karena bersikap tegar tengkuk dan menjauh dari Tuhan dengan perbuatan keji di mata Tuhan,  maka Tuhan akan mengutus nabiNya untuk berbicara atas namaNya. Tuhan menjanjikan seorang nabi bagi bangsa Israel. Tuhan  akan menghadirkan seorang nabi yang akan menuntun bangsa Israel agar mereka menjadi bangsa pilihan. Untuk masa depan bangsa Israel,  Tuhan mengingatkan bangsa Israel untuk tidak membutuhkan ahli nujum atau peramal, penelaah, pemantera, atau sejenisnya. Tuhan menghendaki agar bangsa Israel menyadari akan kehadiran dan penyertaan Tuhan. Nabi yang akan diutusNya itu bukan untuk menunjukkan hal-hal aneh, seperti mukjizat, tetapi untuk menyampaikan rencana atau kehendak Tuhan bagi mereka.

Ajakan untuk hidup dekat dengan Tuhan, juga disampaikan oleh Rasul Paulus, sebagaimana kita baca dalam bacaan kedua. Rasul Paulus mengatakan bahwa hidup bersama Tuhan itu  membuat supaya kita hidup tanpa kekuatiran (bdk. 1 Kor 7:32). Sebab orang yang hidup dalam kekuatiran akan  membuat dirinya tidak mampu untuk memusatkan perhatiannya pada kehidupan dirinya sendiri, keluarga, atau orang lain, bahkan terhadap Tuhan. Jika kita dirasuki rasa kekuatiran yang berlebihan, bisa membuat diri kita hilang kendali, suka berhalusinasi, berkhayal akan hal-hal yang aneh-aneh, sehingga kita tidak mampu memikirkan apa  yang benar atau yang salah. Untuk itu, Rasul Paulus menasihati bahwa hidup dekat dengan Tuhan, akan  membuat kita bisa melakukan apa yang benar dan baik, serta mampu melayani Tuhan dengan mudah (bdk. 1  Kor 7:35).

Dalam bacaan Injil pada hari ini, ketika Yesus sedang mengajar di rumah ibadat di Kapernaum, ada seorang yang kerasukan roh jahat. Karena roh jahat itu tahu siapa diri Yesus, maka Yesus pun segera bertindak menghentikannya. Hanya dengan perintah, “Diam, keluarlah dari padanya”, roh jahat tersebut keluar dari orang tersebut. Perkataan Yesus yang penuh kuasa tersebut tidak saja mampu mengusir roh jahat, tetapi juga membuat banyak orang takjub. Setan atau Iblis mungkin tidak merasuki atau menguasai kita secara fisik. Namun, bisa jadi roh jahat, setan atau Iblis itu menguasai pikiran atau rohani kita.

Dari peristiwa di mana Yesus, yang menyembuhkan orang yang kerasukan roh jahat di tempat ibadat di Kapernaum itu, kita hendak diajak untuk memusatkan perhatian iman kita kepada diri pribadi Yesus, yang tidak hanya  memiliki kuasa pengajaran, tetapi juga kuasa sabdaNya yang mampu mengusir roh jahat. Sebagai murid Tuhan, kita diajak untuk percaya akan pengajaran Tuhan tentang Kerajaan Allah yang sudah dekat dan seruanNya akan pertobatan. Tuhan mengajak kita untuk percaya pada DiriNya, yang memiliki kuasa. KuasaNya yang tampak  dalam berbagai mukjizat itu, adalah  tanda kebenaran akan apa yang Tuhan Yesus ajarkan atau beritakan. Tanda-tanda mukjizatNya itu  adalah untuk membuat kita supaya kita semakin percaya pada Allah, di dalam diri Yesus, Tuhan kita.  

Melalui sabda Tuhan hari ini, kita semua diajak untuk memusatkan perhatian iman kita kepada Yesus, Yang Kudus dari Allah. Tidak hanya itu, kita juga diajak untuk membangun kedekatan relasi pribadi dengan Yesus. Membangun kedekatan relasi kita dengan Yesus dapat kita wujudkan melalui sakramen ekaristi, membaca atau mendalami Kitab Suci atau kebiasaan olah rohani lainnya, dll. Jika kita dekat dengan Yesus, maka seperti dalam bacaan Injil tadi, roh jahat pun akan keluar dari diri kita, dan kita pun menjadi bersih dari kuasa roh jahat. Jika kita bersih dari kuasa roh jahat, maka kita pun akan memahami apa yang dikatakan Tuhan tentang Kerajaan Allah yang sudah dekat, sehingga kita pun dapat melakukan persiapan menyambut  kedatangan Kerajaan Allah itu dengan sikap pertobatan. Semoga Tuhan membimbing kita untuk itu. Amin. 
 
Semoga Tuhan memberkati kita. Ingat selalu untuk memakai masker, biasakan mencuci tangan dan menjaga jarak. Selamat Berhari Minggu.
 
Antonius Purbiatmadi
 
 

 

POPULAR