PERCAYA PADA KUASA TUHAN AKAN BERKELIMPAHAN BERKAT

Minggu Biasa XVIII
Bacaan: Yes 55:1-3, Rom 8:35. 37-39, Mat 14:13-21.

Dalam tatacara berdoa, Gereja mengajarkan rumusan doa trinitas. Yaitu pada akhir setiap doa ditutup dengan rumusan penyebutan Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus. Atau kadang dengan rumusan pendek kristologis, yaitu “…. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami".

Gereja mengajar kita bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya "pengantara", yang mengubungkan kita dengan Allah Bapa. Rasul Paulus menegaskan bahwa manusia Kristus Yesus adalah Dia yang menjadi pengantara antara manusia dengan Allah (bdk. 1Tim 2:5). Ini dapat kita  mengerti bahwa dalam hal memohon kelimpahan berkat, kita percayakan doa kita pada Tuhan Yesus.

Dalam Injil pada hari ini, kisah tentang mukjizat Yesus memberi makan kepada lebih dari lima ribu orang. Jika kita berpikir dengan logika tentu tidaklah mungkin bisa terjadi lima roti dan dua ikan dapat mengenyangkan lebih dari lima ribu orang laki-laki, belum termasuk kaum perempuan dan anak-anak (bdk. Mat 14:21). Tuhan memberi kelimpahan berkat dari keterbatasan yang dimiliki para muridNya. Tuhan hanya meminta ketulusan hati mereka untuk  memberikan yang mereka miliki dan iman akan kuasaNya.

Dalam hal membantu orang lain, kita sering kali berpikir-pikir tentang keterbatasan atau kekurangan diri. Untuk mencukupi keluarga sendiri saja masih susah, apalagi membantu orang lain.

Melalui Injil pada hari ini, kita diajak tidak saja untuk peduli terhadap sesama yang berkelaparan, tetapi juga memahami dan percaya akan daya kuasa Tuhan atas keterbatasan kita. Melalui perintahNya, "Bawalah ke mari kepada-Ku" (bdk. Mat. 14:18),  Yesus mengajarkan bahwa walau sedikit yang kita miliki, jika kita persembahkan padaNya dengan tulus, akan diberkatiNya dan dapat berkelimpahan.
 
Kita sering merasa selalu berkekurangan atau ketidakcukupan. Dari Injil hari ini, jika kita ingin mendapatkan kelimpahan hidup, mari kita bawa apa yang mau kita nikmati itu kepada Tuhan Yesus. Kita percayakan segala yang kita persembahkan padaNya untuk  dikuduskan oleh doa Yesus sendiri. Yesus melakukan itu semua dengan cuma-cuma untuk kita.

Dalam bacaan pertama, Nabi Yesaya menyerukan "Terimalah tanpa uang pembeli dan tanpa bayaran" (bdk. Yes 55:1). Seruan Yesaya tersebut seperti menawarkan suatu dagangan dengan cara aneh, yakni membeli tanpa alat tukar bayar (uang) sama sekali namun mendapatkan makanan dan minuman secara gratis.

Seperti nabi Yesaya, dalam bacaan kedua Rasul Paulus menggambarkan bahwa jika kita percayakan diri kita kepada Allah, maka Allah akan memberikan pembebasan dari kesusahan. Rasul Paulus menegaskan bahwa jika kita hidup bersama-sama dengan Yesus, maka Allah akan mengaruniakan segala segala sesuatu yang baik bagi kita. Dan Allah akan mengaruniakan kelimpahan kepada kita sehingga kita tidak akan berkekurangan.

Apa yang dapat kita pahami dari sabda Tuhan hari ini tidak lain adalah membangun sikap hati untuk percaya akan daya kuasa Allah, dalam diri Yesus, maka kita akan hidup berkelimpahan. Saat ini kita  masih dalam kuasa kecemasan karena pandemi Covid-19 yang tidakntahu kapan akan berakhir. Semoga dengan Sabda Tuhan hari ini kita terus mempercayakan hidup kita dalam kuasa Yesus dan dengan demikian kita akan mendapatkan pembebasan dari ketakutan serta menikmati kelimpahan kasih Tuhan.

Semoga Tuhan memberkati kita dan Selamat Berhari Minggu.

Antonius Purbiatmadi


POPULAR