MENGASIHI: JALAN UNTUK MENJADI MILIK TUHAN

Minggu Paskah VI
Kis 8:5-8, 14-17; 1Ptr. 3:15-18; Yoh. 14:15-21

Jika kita memperhatikan pasangan muda-mudi, pasangan suami istri, keluarga atau komunitas, di mana mereka saling mengasihi satu sama lain, maka akan terlihat wajah dan kehidupan mereka begitu bahagia, ceria, sejahtera dan senantiasa ada semangat hidup. Mengasihi adalah kata kunci atau syarat utama dalam hidup kita. Mengasihi harus menjadi hal milik kita (belonging). Jika kita mampu memenuhi persyaratan itu, maka kita harusnya tak akan pernah merasa sedih, takut, cemas, kuatir akan sesuatu.

Kita memasuki  Minggu Paskah Pekan VI. Dalam masa pekan ini, pada hari Kamis  kita merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan. Selanjutnya, kita memasuki persiapan menyongsong hari Raya Pentakosta, turunnya Roh Kudus atau Roh Penghibur yang dijanjikan oleh Yesus kepada para muridNya, termasuk kita.

Bacaan Kitab Suci pada hari Minggu ini mengenai Roh Kudus. Dalam bacaan pertama, bagaimana Filipus, setelah menerima doa dan tumpangan tangan dari para rasul (bdk. Kis 6:6), ia menjadi pewarta ulung dan menyembuhkan banyak orang yang kerasukan roh jahat. Tanda-tanda yang diadakannya membuat banyak orang menerima pewartaannya. Di bagian lain Yohanes dan Petrus menumpangkan tangan atas banyak orang, lalu banyak orang itu menerima Roh Kudus. Dengan menerima Roh Kudus, banyak orang  mengalami keselamatan.

Bacaan kedua  juga tentang Roh Kudus. Dalam suratnya, Petrus mengajarkan  kepada kita bahwa sebagai pengikut Tuhan, kita harus saling mengasihi sesama kita dengan baik. Itu hanya terjadi jika kita mau dikuasai oleh Roh Kudus.   Petrus menjelaskan bahwa kuasa Roh itu tidak hanya memampukan kita mengasihi sesama, tetapi Roh yang sama telah membangkitkan Kristus dari kematianNya (bdk ayat 18). 

Sementara itu dalam bacaan Injil, kita mendengar Yesus menjanjikan Penghibur. Awas ya, jangan punya pikiran negatif tentang arti Penghibur! Dalam teks Injil berbahasa Inggris, perikop bacaan Injil pada hari Minggu ini berjudul “Jesus Promises the Holy Spirit – Yesus menjanjikan Roh Kudus”. Roh itu yang akan menolong  dan menyertai kita selama-lamanya dalam kebenaran (beriman). Roh itu adalah Roh Kebenaran ( the Spirit of truth).

Di saat menjelang akhir hidupNya, Yesus memberikan banyak wejangan kepada para muridNya, antara lain tentang mengasihi. Bagi Yesus, tindakan mengasihi merupakan syarat utama   untuk menerima janjiNya, yaitu Roh Kudus. Dalam bacaan Injil ini, Yesus menyebutkan kata “mengasihi” sebanyak empat kali. Namun, kalau kita mencermati lebih lanjut dengan membaca ayat-ayat dari perikop selanjutnya, yang berkaitan dengan janji turunnya Roh Kudus (Pentakosta), maka kita akan menemukan hampir 20 kata “mengasihi”. Bukan soal banyaknya, namun  betapa perintah “mengasihi” itu adalah hal yang utama bagi kita sebagai murid Tuhan. Mengasihi adalah karakter atau ciri khas dari kristianitas.

Sebagai murid Tuhan, kita harus melakukan segala perintahNya, yang utama adalah mengasihi. Jika kita mampu menjalankan perintah utama itu, maka  Roh Kudus yang Tuhan janjikan, itu dicurahkan kepada kita. Roh itulah yang tinggal dalam diri kita dan senantiasa menyertai kita. Roh itulah  yang membimbing hidup kita, yang mengubah sikap  hidup kita untuk mampu  menjalankan perintah Tuhan, yaitu mengasihi Tuhan dan sesama kita. Jika kita  mengasihi Tuhan, maka Allah Bapa dalam diri Yesus akan mengasihi kita (bdk. Yoh 14:21). Jadi, orang yang mampu menjalankan perintah Yesus, yaitu mengasihi, akan menjadi milikNya dan BapaNya. 


Selamat Berhari Minggu.

(Antonius Purbiatmadi)


POPULAR