Saudara-saudariku yang terkasih
dalam Kristus, para Pastor, Suster, Bruder, dan umat semua, semoga kasih,
damai, dan sukacita Tuhan kita Yesus Kristus menyertai saudara-saudariku semua.
Kita kembali akan memasuki masa
Prapaskah yang kita kenal masa Puasa dan Pantang. Masa Prapaskah ini akan kita
mulai pada Hari Rabu Abu, 18 Februari 2026 mendatang. Selama empat puluh hari,
seluruh umat Katolik mendapat kesempatan istimewa untuk secara terus menerus
melakukan Latihan Rohani atau Retret Agung, guna menyiapkan dan membina
pertobatan sejati, peka terhadap jeritan orang yang sungguh membutuhkan
pertolongan, dan melakukan bukti nyata amal kasih, terutama bagi yang kecil,
lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD).
Dalam Masa Prapaskah, kita akan
membarui dan menyucikan diri dengan olah kesalehan hidup dan bermatiraga yang
dilandasi oleh pengharapan dan syukur atas melimpahnya rahmat belas kasih Allah
kepada kita, manusia yang penuh dengan kerapuhan dan dosa.
Secara pribadi dan Sinodal, kita
diajak untuk kembali mengarahkan hidup kepada Allah dan ikut serta dalam usaha
membangun KerajaanNya, dimanapun kita berada. Pertobatan sejati mengundang kita
untuk berani mengubah perilaku dalam keutamaan hidup kristiani, mengasah
kepekaan sosial agar tergerak untuk berbelarasa dan memperjuangkan keadilan
yang hakiki (bukan yang semu), terutama bagi saudari-saudara yang menderita dan
berkekurangan, atau yang benar-benar membutuhkan pertolongan keadilan dari
Allah.
Saudara-saudariku yang saya hormati,
Kitab Yoel mengajak kita memahami inti Puasa / Prapaskah, pertobatan hati yang
sungguh dengan semangat tindakan nyata yang ikhlas dan jujur di mata Tuhan dan
bukan di mata manusia / dunia. Pada Minggu 15 Februari ini, bacaan Injil
menegaskan "Janganlah kamu menyangka bahwa aku datang untuk meniadakan
Hukum Taurat atau Kitab Para Nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya,
melainkan untuk menggenapinya". Pesan ini mengingatkan kita bahwa
pertobatan bukan sekadar ritual lahiriah, melainkan ketaatan hati yang
mendalam. Yesus mengajak kita untuk melampaui formalitas hukum, menuju kasih
yang sejati. Prapaskah adalah kesempatan untuk menghidupi hukum kasih itu di
dalam Doa, Puasa, Pantang, dan Amal Kasih.
Tema APP kita di tahun 2026 ini, "Keluarga
Sinodal yang Misioner dalam Perwujudan Iman". Kesempatan pada masa
Prapaskah ini, ada beberapa semangat:
- Pelayanan kepada orang Miskin dan Tersingkirkan: Tujuan, sasaran, subjek pelayanan kita dalam kehidupan
ini sudah sangat jelas, dan sangat dekat. Namun sering kali masih sangat
terkendala dengan aturan-aturan atau tata cara yang sering membuat
pelayanan itu menjadi terhambat, terasa tidak dengan hati, seperti
rutinitas belaka, dan tidak tepat sasaran, terlebih lagi tampak hanya
sekadar kewajiban dan tuntutan semata. Hal tersebut akan menjadi tidak
bernilai dan tidak bermakna. Membantu / memberi orang miskin dan menolong
yang tersingkirkan, ternyata tidak hanya kebutuhan lahiriah / jasmani
belaka, namun perlu ada kesinambungan, pemberdayaan, dan rasa persaudaraan
yang terbuka dan jujur. Disinilah sangat diperlukan permenungan dan
pertobatan.
- Pendidikan dan Pembinaan: Pendidikan kasih-cinta Katolik sangat perlu dilengkapi
dengan Skill, artinya suatu ketrampilan nyata melalui karya amal dan
teladan yang jelas. Sehingga pada saatnya nanti tidak hanya bisa meminta
bantuan dan pertolongan, tetapi akan tersemangati dengan mengembalikan
atau lebih baik lagi bisa membantu dan menolong kepada yang lainnya.
- Kunjungan dan Dukungan: Kehadiran adalah salah satu yang sangat utama dan
pokok dalam bertugas mengunjungi dan menyemangati dengan dukungan,
terutama untuk para miskin, tersingkirkan, para janda, para tahanan,
lansia, dan kaum Difabel.
- Pengembangan Masyarakat melalui program Pemberdayaan: Melalui CU atau UMKM lainnya. Semua umat diajak
terlibat aktif di tempat tinggal masing-masing, untuk memperhatikan
infrastruktur dan lingkungan yang sehat dan yang berkelanjutan.
- Advokasi dan Kesadaran Sosial: Mengadvokasi hak-hak asasi manusia, terutama bagi kelompok
yang rentan dan terpinggirkan, serta menggalakkan kesadaran dan tindakan
untuk melindungi lingkungan hidup. Pengembangan perhatian Ekologis dengan
mengatasi masalah sampah, pembuatan pupuk organic, eco-enzym ditingkatkan
dan diperluas dampak positifnya.
- Doa dan Refleksi:
Doa Bersama untuk memohon kekuatan dan bimbingan dalam melaksanakan misi
Pengharapan dan Perdamaian, serta melakukan refleksi dan evaluasi secara
berkala untuk meningkatkan efektifitas Misi. Komisi Liturgi dapat
merumuskan doa yang singkat yang didaraskan oleh umat sepanjang Tahun
Pastoral 2026.
Akhirnya para Pastor, Suster,
Bruder, dan umat sekalian, marilah kita menyerahkan seluruh perjuangan Pastoral
kita dengan melatih berpantang dan berpuasa, mohon perlindungan Bunda Maria,
Bunda Evangelisasi.
Saudara-saudariku yang terkasih,
mari kita Jalani Prapaskah dengan hati yang terbuka, jujur, dan Ikhlas. Semoga
Doa, Pantang, Puasa, dan Derma kita, sungguh menghadirkan pengharapan bagi
dunia yang terluka dan sesat. Dengan semakin beriman, kita pun semakin
bersaudara, serta semakin mampu merealisasikan kasih Kristus kepada kita semua,
Calon penghuni Surga. Kita melangkah bersama menuju Paskah, yaitu Kebangkitan
Kristus yang menjadi sumber kebaikan, keselamatan, dan Damai, serta Pengharapan
Sejati. Semoga Bunda Maria Pelindung keuskupan kita dan gereja Katolik
Universal, senantiasa mendampingi perjalanan kita menuju kepada Puteranya yang
terkasih, Yesus Kristus.
Salam Hormat dan Kasih,
Mgr. Christophorus Tri Harsono
Administrator Apostolik Keuskupan
Bogor
PERATURAN PUASA DAN PANTANG TAHUN
2026
(bisa dibacakan atau tidak, kalau
waktu mencukupi dan mendesak untuk pengetahuan umat Allah).
Mengacu pada Ketentuan Pastoral
Keuskupan Regio Jawa (2016), pasal 138 no. 2.b dalam kaitannya dengan kanon
1249-1253 Kitab Hukum Kanonik (1983), tentang hari Tobat, peraturan Puasa dan
Pantang, ditetapkan sebagai berikut:
- Hari puasa tahun 2026 jatuh pada hari Rabu Abu, tanggal
18 Februari 2026; dan hari Jumat Agung tanggal 03 April 2026. Hari pantang
jatuh pada hari Rabu Abu dan hari Jumat selama masa Prapaska (18 Februari
- 03 April 2026).
- Yang dimaksud dengan berpuasa adalah makan hanya satu
kali (1X) saja dalam sehari, yakni pada hari Rabu Abu dan hari Jumat
Sengsara dan Wafat Tuhan.
- Umat beriman yang wajib berpuasa adalah yang berumur
antara delapan belas (18) tahun sampai dengan awal tahun ke-enam-puluh
(60).
- Sedangkan untuk ber-Pantang adalah tidak makan daging
atau makanan yang lainnya yang disukai, pada hari Rabu Abu dan hari Jumat
selama masa Prapaska.
- Namun sesuai dengan tradisi Gereja, ber-Pantang ini
dapat dilakukan juga setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali hari Jumat
itu merupakan hari Pesta Wajib.
- Umat beriman yang wajib berpantang adalah yang sudah
genap berumur empat belas (14) tahun.
Agar umat beriman, baik secara
pribadi maupun bersama (keluarga / komunitas), dapat memanfaatkan 40 hari masa
Prapaskah ini secara lebih berdaya-ubah untuk penyempurnaan diri dengan Tobat
dan Matiraga. Kami anjurkan beberapa hal berikut:
- Masing-masing pribadi, keluarga, dan komunitas dapat
mencari bentuk matiraga (Puasa dan Pantang) yang sesuai dengan jenjang
usia dan kondisi kesehatan masing-masing.
- Selama empat puluh (40) hari dalam masa Prapaskah,
secara pribadi atau secara bersama dalam keluarga / komunitas memilih
wujud pertobatan dan silih yang lebih berdaya-ubah.
- Setiap pribadi, keluarga, atau komunitas dapat
mewujudkan karya amal kasih yang nyata bagi mereka yang membutuhkan.
- Setiap pribadi, keluarga, atau komunitas dapat melatih
diri lebih tekun dalam olah rohani, antara lain melalui ketekunan membaca
dan merenungkan Kitab Suci, mengikuti renungan APP, rekoleksi / retret,
latihan rohani, ibadat Jalan Salib, pengakuan dosa, Meditasi, dan Adorasi.
Kita berharap melalui berbagai
prakarsa yang kita jalankan khususnya selama masa Prapaskah. Sekecil dan
sesederhana apa pun, kita terus dapat berkontribusi untuk mewujudkan
kesejahteraan bersama, wujud nyata keselamatan.
Salam dan Berkat Tuhan untuk Anda
semua, keluarga dan komunitas Anda, salam hormat, kasih, dan berkat melimpah,
Amin.
Salam Hormat dan Kasih,
Mgr. Christophorus Tri Harsono
Administrator Apostolik Keuskupan Bogor
