Pernahkah Anda merasa seperti menjalani kehidupan ganda? Pada hari Minggu, Anda adalah umat yang aktif di paroki, melayani di paduan suara, atau rajin mengikuti Ekaristi. Namun, begitu Senin tiba dan Anda melangkah masuk ke kantor, iman Anda seolah harus "disimpan" di dalam tas.
Di dunia korporat yang serba cepat, kompetitif, dan seringkali agnostik terhadap nilai-nilai spiritual, banyak umat Katolik merasa terisolasi. Kita mungkin bekerja di lingkungan di mana percakapan didominasi oleh gosip, ambisi materialistis, atau praktik bisnis yang "abu-abu".
Namun, Gereja mengajarkan bahwa tempat kerja bukanlah tempat untuk menyembunyikan iman, melainkan ladang misi yang paling subur. Tempat kerja yang sekuler justru adalah tempat di mana "Garam dan Terang" paling dibutuhkan.
Berikut adalah beberapa cara konkret untuk menghidupi identitas Katolik Anda di tempat kerja tanpa menjadi "hakim" bagi orang lain, namun tetap menjadi saksi Kristus yang autentik.
Ubah Cara Pandang: Pekerjaan Adalah Panggilan (Vokasi)
Langkah pertama bukan tentang apa yang Anda lakukan, tetapi bagaimana Anda memandangnya. St. Josemaria Escriva, pendiri Opus Dei, sering menekankan penyucian pekerjaan sehari-hari.
Jangan melihat pekerjaan Anda sekadar alat untuk mencari nafkah. Lihatlah itu sebagai partisipasi dalam karya penciptaan Allah. Ketika Anda menyelesaikan laporan dengan teliti, melayani pelanggan dengan ramah, atau memimpin tim dengan adil, Anda sedang memuliakan Tuhan.
"Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." — Kolose 3:23
Jadilah "Injil Kelima" Melalui Keunggulan (Excellence)
Banyak rekan kerja Anda mungkin tidak akan pernah membaca Injil Matius, Markus, Lukas, atau Yohanes. Andalah Injil kelima yang mereka baca.
Cara paling efektif untuk menginjil di tempat kerja sekuler bukanlah dengan berkhotbah di ruang rapat, melainkan dengan bekerja dengan sangat baik.
Seorang Katolik yang saleh tetapi malas bekerja akan menjadi batu sandungan bagi iman.
Tunjukkan etos kerja yang tinggi, datang tepat waktu, dan selesaikan tugas dengan kualitas terbaik.
Kompetensi Anda akan membuka pintu rasa hormat, dan rasa hormat itu menjadi jembatan bagi nilai-nilai yang Anda bawa.
Radikal dalam Integritas
Di lingkungan sekuler, "jalan pintas" sering dianggap biasa demi mencapai target. Di sinilah iman Katolik Anda diuji.
Ketika semua orang memanipulasi data laporan, beranilah untuk jujur. Ketika gosip tentang atasan sedang hangat-hangatnya di pantry, beranilah untuk diam atau mengalihkan pembicaraan. Integritas mungkin membuat Anda tampak kaku di awal, tetapi dalam jangka panjang, Andalah orang yang akan dicari ketika orang lain membutuhkan kebenaran dan kepercayaan.
Kasih dalam Tindakan Kecil
Dunia kerja seringkali dingin dan transaksional. Hadirkan kehangatan Kristus melalui tindakan mikro:
Senyum yang tulus kepada satpam atau petugas kebersihan kantor.
Menawarkan bantuan kepada rekan yang sedang overwhelmed, tanpa mengharapkan balasan.
Mendengarkan rekan yang sedang mengalami masalah keluarga dengan empati penuh.
Ingatlah pesan St. Fransiskus dari Assisi: "Wartakanlah Injil setiap saat. Gunakan kata-kata jika perlu." Seringkali, kasih yang Anda tunjukkan berbicara lebih keras daripada ayat Kitab Suci yang Anda kutip.
Jangan Sembunyikan Simbol, Tapi Jangan Memaksakan
Anda tidak perlu menyembunyikan identitas Anda.
Tidak apa-apa membuat Tanda Salib sebelum makan siang, meskipun Anda makan bersama rekan non-Katolik. Lakukan dengan wajar dan tenang.
Jika ada abu di dahi Anda pada hari Rabu Abu, pakailah dengan bangga namun rendah hati.
Jika ditanya mengapa Anda tidak ikut acara kantor yang bertentangan dengan moral (misalnya hiburan malam yang tidak pantas), jelaskan dengan sopan dan tegas tanpa menghakimi mereka yang pergi.
Kuncinya adalah autentisitas, bukan demonstrasi kesalehan.
Doa sebagai Bahan Bakar
Bertahan di lingkungan sekuler yang keras bisa menguras energi rohani. Anda tidak bisa memberi apa yang tidak Anda miliki (Nemo dat quod non habet).
Jadikan perjalanan ke kantor sebagai waktu rosario atau doa pagi.
Gunakan jam istirahat untuk Doa Angelus singkat dalam hati.
Doakan rekan kerja yang menyulitkan Anda ("musuh" Anda di kantor). Mendoakan orang yang membenci kita adalah ciri khas pengikut Kristus yang paling radikal.
Anda Diutus ke Sana
Tuhan tidak menempatkan Anda di perusahaan atau instansi Anda saat ini secara kebetulan. Anda ada di sana karena Tuhan ingin mencintai rekan-rekan kerja Anda melalui Anda.
Tempat kerja yang sekuler bukanlah penghalang iman, melainkan altar harian di mana Anda mempersembahkan jerih payah Anda. Jadilah ragi yang membuat adonan mengembang, meski tak terlihat. Jadilah terang yang lembut, yang tidak menyilaukan mata, tetapi cukup untuk menuntun orang lain merasakan kehadiran Kasih Ilahi.
Doa untuk Pekerja: Tuhan Yesus, utuslah aku ke tempat kerjaku sebagai pembawa damai-Mu. Di mana ada persaingan, biarlah aku membawa kerjasama. Di mana ada ketidakjujuran, biarlah aku membawa kebenaran. Dan di saat aku lelah, ingatkan aku bahwa aku bekerja untuk memuliakan Nama-Mu. Amin.
