Gereja Katolik merayakan Hari Raya Penampakan Tuhan (Epifani). Pada hari raya ini, Gereja mengenangkan Yesus Kristus yang menampakkan diri sebagai Juruselamat bagi semua bangsa, yang dilambangkan melalui kedatangan tiga orang Majus dari Timur. Selain perayaan Ekaristi, Epifani juga kaya dengan tradisi iman, salah satunya adalah tradisi “Christus Mansionem Benedicat” (CMB).
Makna Epifani
Kata Epifani berasal dari bahasa Yunani epiphaneia yang berarti “penampakan” atau “penyataan”. Dalam peristiwa Epifani, Yesus menyatakan diri-Nya bukan hanya bagi bangsa Israel, tetapi bagi seluruh dunia. Kehadiran orang Majus melambangkan semua bangsa yang dipanggil untuk mengenal, menyembah, dan mengikuti Kristus.
Apa itu Tradisi CMB?
Christus Mansionem Benedicat berarti “Kristus memberkati rumah ini”. Tradisi ini biasanya dilakukan dengan memberkati rumah dan menuliskan tanda khusus di pintu rumah, misalnya:
20 + C + M + B + 26
Angka di depan dan belakang menunjukkan tahun berjalan, sementara huruf C, M, dan B memiliki dua makna penting:
-
Inisial nama tiga orang Majus: Caspar, Melchior, dan Balthasar
-
Singkatan dari doa berkat: Christus Mansionem Benedicat
Tanda ini bukan sekadar tulisan simbolis, melainkan ungkapan iman dan doa agar Kristus berkenan hadir, melindungi, dan memberkati seluruh penghuni rumah sepanjang tahun.
Makna Rohani Tradisi CMB
Tradisi CMB mengandung makna rohani yang mendalam:
-
Pengakuan iman bahwa Kristus adalah Tuhan dan pusat kehidupan keluarga
-
Doa perlindungan agar rumah dijauhkan dari bahaya, perpecahan, dan kejahatan
-
Komitmen hidup Kristiani, di mana rumah menjadi tempat kasih, pengampunan, dan kesaksian iman
-
Pengingat misi, bahwa setiap keluarga dipanggil menjadi terang bagi lingkungan sekitarnya
Dengan menerima berkat ini, keluarga Katolik diingatkan bahwa iman tidak berhenti di gereja, tetapi harus hidup nyata di dalam rumah dan keseharian.
Pelaksanaan Tradisi
Tradisi CMB dapat dilakukan:
-
Melalui kunjungan imam atau petugas pastoral
-
Dalam ibadat singkat keluarga
-
Atau secara sederhana dengan doa bersama dan penggunaan kapur berkat
Yang terpenting bukanlah tata cara luarnya, melainkan sikap hati yang terbuka kepada kehadiran Kristus.
Penutup
Tradisi Christus Mansionem Benedicat dalam perayaan Epifani mengajak kita menjadikan rumah sebagai “gereja kecil” (ecclesia domestica). Di sanalah iman dipelihara, kasih dipraktikkan, dan Kristus diwartakan melalui kehidupan sehari-hari.
Semoga melalui perayaan Epifani dan tradisi CMB, setiap keluarga paroki semakin diteguhkan dalam iman, dikuatkan dalam harapan, dan bertumbuh dalam kasih.
Christus Mansionem Benedicat — Kristus memberkati rumah kita semua.
