Semangat Baru di Hari Raya Epifani: Paroki MBSB Hadirkan Tradisi Pemberkatan Kapur (CMB) dan Maklumat Noveritis
Perayaan Hari Raya Penampakan Tuhan (Epifani) di Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) tahun ini terasa berbeda dan istimewa. Pada Misa hari Minggu ini, paroki untuk pertama kalinya memperkenalkan dua tradisi liturgi kuno gereja yang disambut dengan antusiasme luar biasa oleh seluruh umat: Tradisi Christus Mansionem Benedicat (CMB) dan Maklumat Noveritis.
Antusiasme Pemberkatan Kapur dan Air Suci
Salah satu momen yang paling menarik perhatian umat adalah pemberkatan kapur dan air suci. Tradisi ini mengajak umat untuk menandai pintu rumah mereka dengan kapur yang telah diberkati, menuliskan 20 + C + M + B + 26. Tulisan ini merupakan singkatan dari kalimat Latin Christus Mansionem Benedicat (Semoga Kristus Memberkati Rumah Ini), diapit oleh angka tahun 2026.
Meski baru pertama kali dilakukan di Paroki MBSB, respons umat sangat luar biasa. Terlihat antrean panjang umat yang ingin memohon berkat kapur dan air suci kepada Romo usai perayaan Ekaristi.
Tingginya minat umat juga terlihat di sekretariat paroki. Banyak keluarga yang meminta teks panduan doa pemberkatan rumah. Untuk mengakomodasi permintaan yang membludak sekaligus mendukung gerakan ramah lingkungan, tim sekretariat dengan sigap mendistribusikan teks doa tersebut dalam format digital (PDF). Langkah ini terbukti efektif menghemat penggunaan kertas dan mempercepat pelayanan kepada umat yang ingin segera membawa berkat tersebut ke rumah masing-masing.
Gema Noveritis Tahun 2026
Selain tradisi CMB, Minggu Epifani ini juga ditandai dengan pembacaan Noveritis atau Maklumat Paskah dan Pesta-pesta yang Berubah Tanggalnya untuk Tahun 2026.
Ini adalah momen bersejarah bagi Paroki MBSB karena tradisi kuno ini akhirnya diperdengarkan di dalam gereja. Meskipun lazimnya Noveritis dinyanyikan (chant), pada kesempatan perdana ini maklumat tersebut dibacakan dengan khidmat. Pembacaan Noveritis mengingatkan umat bahwa pusat dari seluruh tahun liturgi adalah Triduum Paskah, serta menghubungkan peristiwa kelahiran Tuhan dengan misteri kebangkitan-Nya.
Hadirnya kedua tradisi ini di awal tahun 2026 diharapkan dapat semakin memperkaya penghayatan iman umat Paroki Maria Bunda Segala Bangsa, menjadikan rumah-rumah umat sebagai "Gereja kecil" yang senantiasa diberkati, serta menyadarkan kita akan perjalanan waktu yang selalu berpusat pada Kristus. (*)
