Ketika Anak "Berkata Tidak"

Panduan Kasih bagi Orang Tua di Tengah Tantangan Pengasuhan

Pernahkah Anda mengalami situasi di mana "urat sabar" rasanya hampir putus? Entah itu saat balita yang tantrum di tengah misa, anak usia sekolah yang menolak belajar, atau remaja yang mulai membanting pintu kamar karena berbeda pendapat.

Jika pernah, ketahuilah bahwa Anda tidak sendirian. Menghadapi anak yang tidak menuruti perkataan orang tua adalah salah satu tantangan terbesar, namun juga paling "kudus" dalam panggilan hidup berkeluarga. Seringkali, ketidakpatuhan anak bukan tanda kegagalan kita sebagai orang tua, melainkan sebuah sinyal komunikasi yang perlu kita terjemahkan dengan kasih.

Memahami di Balik Kata "Tidak"

Secara psikologis, anak yang membantah seringkali tidak bermaksud menyerang otoritas orang tua.

  • Pada Balita: Kata "tidak" adalah cara mereka belajar tentang kemandirian dan batasan diri.

  • Pada Remaja: Perlawanan seringkali adalah upaya pencarian jati diri dan keinginan untuk didengar pandangannya.

Namun, sebagai orang tua Katolik, bagaimana kita menyeimbangkan disiplin dengan kasih?

Pandangan Gereja: Otoritas yang Melayani

Kita semua ingat Perintah Allah ke-4: "Hormatilah ayahmu dan ibumu". Ini adalah dasar ketaatan anak. Namun, Kitab Suci juga memberikan "rambu-rambu" bagi kita para orang tua.

Santo Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus mengingatkan:

"Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan." (Efesus 6:4).

Ayat ini mengajak kita untuk merenung: Apakah permintaan kita kepada anak didasari oleh keinginan tulus untuk kebaikan mereka, atau sekadar ego kita agar "didengar"? Otoritas orang tua dalam keluarga Katolik bukanlah otoritas kekuasaan, melainkan otoritas pelayanan. Kita memimpin anak-anak bukan untuk menguasai mereka, tapi untuk menghantar mereka pada kedewasaan dan iman.

Langkah Praktis Menyikapi Anak yang Sulit Diatur

Berikut beberapa langkah yang bisa dipraktikkan oleh keluarga-keluarga di Kota Wisata dan sekitarnya:

1. "Pause" Sebelum Merespons

Saat emosi memuncak karena anak membantah, tarik napas dalam-dalam. Ingatlah bahwa kemarahan orang tua seringkali menutup telinga hati anak. Beri jeda 10 detik sebelum berbicara agar kata-kata yang keluar bukan makian, melainkan didikan.

2. Dengarkan Dulu, Baru Bicara 

Terkadang anak tidak mau menurut karena mereka merasa tidak dimengerti. Tanyakan dengan lembut, "Kenapa Adik tidak mau mandi sekarang?" atau "Apa yang membuat Kakak keberatan dengan aturan jam malam ini?". Validasi perasaan mereka sebelum menegakkan aturan.

3. Bedakan Antara "Pribadi" dan "Perilaku" 

Katakanlah, "Papa/Mama tidak suka kalau kamu berteriak seperti itu," bukan "Kamu anak nakal/pembangkang." Label negatif akan melekat seumur hidup, sementara kritik pada perilaku memberi ruang untuk perbaikan.

4. Konsistensi Suami-Istri 

Anak akan bingung jika Ayah bilang "A" tapi Ibu bilang "B". Kekompakan suami istri adalah kunci. Diskusikan aturan main di ruang tertutup, jangan berdebat soal pola asuh di depan anak.

5. Doa Seorang Ibu dan Ayah 

Ingatlah Santa Monika. Ia memiliki anak yang sangat cerdas namun "nakal" dan hidup menyimpang, yaitu Agustinus. Monika tidak memarahi Agustinus dengan kekerasan, melainkan "menghujaninya" dengan air mata doa selama bertahun-tahun. Hasilnya? Sang anak menjadi salah satu Santo terbesar dalam Gereja. Bawalah kenakalan anak dalam doa Rosario atau Novena Anda. Mintalah Roh Kudus melembutkan hati mereka, dan juga melembutkan hati kita.

Penutup

Keluarga MBSB yang terkasih, tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua yang sempurna. Yang ada hanyalah proses belajar tanpa henti. Jika hari ini Anda merasa gagal karena baru saja memarahi anak, ampunilah diri sendiri. Mulailah lagi besok pagi dengan senyum dan kasih yang baru.

Rumah kita adalah Ecclesia Domestica (Gereja Rumah Tangga). Mari kita jadikan rumah bukan sebagai pengadilan tempat menghakimi kesalahan, melainkan sebagai bengkel kasih tempat kita saling memperbaiki diri.

Berkah Dalem.

(SM)


gettyimages-1421125373