Pelantikan DPR WKRI Paroki Hati Kudus Yesus

author photo August 31, 2023
Pada Minggu, 27 Agustus 2023 pukul 10.00 diadakan misa  pelantikan WKRI (Wanita Katolik RI) Dewan Pengurus  Ranting St Monica dan Ranting  St Teresa, untuk masa kerja 2023-2026.

Kedua ranting dari Paroki Hati Kudus Yesus Jonggol bernaung di bawah kepengurusan WKRI Cabang MBSB Kota Wisata.

Sebanyak 28 ibu dilantik dan mengucapkan janji pengurus Ranting juga mendapat berkat dengan percikan air suci dari Pastur.

Misa dihadiri juga oleh 40 anggota/perwakilan DPC MBSB Kota Wisata yang juga bertugas koor pada misa tersebut.

Misa dipimpin oleh Romo Dominikus Tukiyo Pr. Dan dalam khotbah homili Romo menyampaikan bahwa Anggota dan pengurus harus tahu dan menghayati segala sesuatu tentang organisasi, seperti asas, tujuan, AD/ ART sehingga menjadi baik dan sesuai yang diharapkan dan jangan sampai melenceng dari ajaran Gereja.
 
Diingatkan dalam bacaan ke 2 " ... sebab segala sesuatu berasal dari Allah...." Maka rahmat Allah itu harus dikembalikan dalam pelayanan.

Lakukan dengan fokus dan cinta, jangan jadi beban seperti yang diserukan Ibu Teresa, lakukan dengan cinta meskipun situasi dan kondisinya sulit dan tidak disuka atau bahkan hal yang remeh. Menarik iuran, mengantar undangan, dan lain sebagainya.

Seperti Petrus, anggota WKRI terutama pengurus diberi kuasa. Kuasa untuk mengerjakan pekerjaan penting demi terlaksananya program kerja untuk kesejahteraan mulai dari diri sendiri, suami, anak, orang lain. Karena WKRI adalah ormas maka harus bermanfaat bagi masyarakat. Dan tumbuh kembangnya organisasi tergantung dari anggotanya.

Setelah misa dilanjutkan dengan acara ramah tamah yang dihadiri juga oleh Bu Dewi ketua DPD keuskupan Bogor. Ketua DPC ibu Mieke, para ketua ranting  masing-masing memberikan kata sambutan. 

DARI BENIH MENJADI RANTING - DARI STELLI MENJADI MONICA DAN TERESA

Selama hampir dua dekade/dasawarsa yang lalu, perkumpulan ibu-ibu umat  Stasi Arnoldus terbentuk dengan nama Perkumpulan Ibu-ibu Santa Elisabeth (yang biasa disingkat atau  disebut dengan Stelli) yang diprakarsai oleh beberapa ibu di antaranya  Ibu Maria Sri Supeni (istri prodiakon/PLB kawakan Bapak Frans Suhadi). Ibu Sri mengawalinya dengan mendatangi ibu-ibu secara  door to door mengajak untuk bergabung membentuk suatu perkumpulan. Ibu Sri terinspirasi karena  ketika tinggal di paroki sebelumnya, St Aloysius Gonzaga Cijantung  Ibu Sri menjadi pengurus WKRI cabang  hampir sepuluh tahun, dan pernah  pada suatu kesempatan kunjungan ke rumah, pengurus DPD meminta atau mendorong Bu Sri untuk membentuk WK di wilayah ini. Kemudian Ibu Sri  yang saat ini berusia 75 tahun menjadi ketua yang pertama perkumpulan Stelli tersebut.

Dalam perjalanan dan perkembangannya, Stelli sudah berganti beberapa kali kepengurusan.

 Kegiatan mereka  selain arisan rutin setiap bulan dan ziarek mereka juga aktif dalam pelayanan di gereja seperti koor, tatib, dan kerja bakti. Juga pelatihan-pelatihan keterampilan, dan membantu beberapa kepanitiaan seperti penggalangan dana dengan berjualan dan bakti sosial. Juga aktif dalam beberapa kegiatan WKRI di DPC termasuk rapat-rapat dalam rangka rencana pembentukan Ranting. Dan yang sangat membanggakan, pada Oktober 2016 mengikuti lomba Kor  antar ranting se-DPC MBSB menyanyikan lagu Mars WKRI dan menjadi juara serta mendapat aplaus termeriah dari audience. 

Hingga pada akhirnya, 4 tahun setelah berdirinya Paroki HKY, beberapa ibu   yang tergerak, menguatkan dan membulatkan tekad untuk terbentuknya organisasi WKRI di paroki. 

Maka terbentuklah Ranting St Monica yang mencakup wilayah 1 dan 2  (4 lingkungan ) dan  diketuai oleh Bu Peggy Evert Kilapong  dengan wakil  Ibu Kiki Narita Trevino dan Ranting  St  Teresa yang mencakup wilayah 3 dan 4 (7 lingkungan) dan diketuai Ibu Yohana Maria dengan wakil Ibu Maria Wina.

Di sisi lain, beriringan dengan kehadiran WKRI, Paguyuban Ibu ibu Stelli masih tetap berdiri. Sebagai wadah ibu yang tidak tergabung di WKRI untuk melanjutkan aktifitas pelayanan seperti yang biasa dilakukan selama ini. Stelli dipimpin oleh Ibu Sih Agung, pengurus WKRI ranting Monica yang membidangi Kesra Jasmani.

Kehadiran WKRI di paroki cukup penting perannya dalam ikut serta membangun karakter wanita Katolik dan memberi wadah atau komunitas bagi  para ibu atau para wanita  untuk bisa mengembangkan potensi dirinya, sehingga akan berguna bagi kesejahteraan gereja dan masyarakat. Bisa menjadi terang dan garam bagi umat sendiri juga masyarakat luas.
Seperti salah satu visi misi WKRI yang termuat dalam AD/ART, yaitu mengembangkan kemampuan dan memberdayakan wanita untuk kesejahteraan dan pengabdian dalam masyarakat.

Seperti ormas Katolik lainnya (PMKRI, PK, ISKA), WKRI sangat diharapkan kiprahnya dalam masyarakat luas, bisa bekerjasama dengan pemerintahan, dan diperhitungkan kehadirannya dalam kancah pergaulan yang luas. 

Ibu Fortunita Deviyanti selaku kordinator Organisasi di DPP menyambut baik pembentukan WKRI. "WKRI baik untuk mengembangkan bakat, minat serta kemampuan berorganisasi bagi para wanita di paroki. Semoga dengan hadirnya WKRI di paroki Jonggol semakin memeriahkan pelayanan bagi umat paroki serta para wanita katolik semakin terampil. Harapan saya agar WKRI Paroki menjalin kerja sama yg baik dengan semua kelompok kategorial di Paroki". Demikian harapannya.

Ibu Niva umat dari Lingkungan FX mengharapkan, dengan adanya WKRI, karena sebagian besar anggotanya adalah seorang ibu yang memiliki putra putri, bisa menjadi teladan bagi anak anaknya, mendidik anak anak menjadi manusia Katolik yang berkualitas sehingga di masa datang  bisa sukses, ikut terlibat atau diperhitungkan dalam dunia usaha atau kerja, baik di swasta maupun pemerintahan. Atau mungkin WKRI punya program kerja untuk peduli pada masalah pendidikan anak dalam keluarga.

WKRI memiliki struktur organisasi tertinggi yaitu DPP (nasional) kemudian DPD (tingkat keuskupan atau propinsi), di bawahnya adalah DPC (tingkat paroki atau kabupaten) dan terakhir adalah Ranting di tingkat wilayah yang merupakan komunitas basis dari organisasi. Jumlah ranting se-Indonesia lebih dari 15.000. Ranting ibarat akar yang menjalar menjangkau yang lebih luas, sehingga membuat pokoknya semakin kuat.

Susunan kepengurusan di masing masing  ranting terdiri dari ketua dan wakil, sekretaris dan bendahara dan para ketua bidang (organisasi, humas, usaha dan dana, kesra, dan pendidikan).

WKRI sebagai organisasi kemasyarakatan kewanitaan berdasar pada ajaran sosial Gereja Katolik, dengan  Santa Anna (ibunda dari Bunda Maria) sebagai pelindung, telah banyak kiprahnya dalam memperjuangkan kesejahteraan wanita Indonesia sejak didirikan tahun 1924 hingga kini. Juga aktif dalam  perkumpulan atau federasi  organisasi wanita seluruh Indonesia, Kowani dan juga di tingkat internasional yaitu WUCWO, World Union of Catholic Women.

Adapun pendiri awal WKRI ialah perempuan keturunan bangsawan yang sangat cerdas dan peduli, namun tetap sederhana dan rendah hati, Maria Soelastri Soejadi Sasraningrat Darmaseputra, adik Ki Hajar Dewantara.

Tahun depan, pada 26 Juni WKRI tepat berusia satu abad. Ditunggu gerakan ibu ibu ranting HKY untuk ikut menyemarakkannya.

Reportase tim komsos HKY FF foto by FBP dan ST

 
Susunan Pengurus Periode 2023 - 2026

Ranting St Monica
Ketua/wakil : Peggy Kilapong/Kiki Narita 
Sekretaris : Lely Dwi K,Fr. Ira K
Bendahara : Marianita Gultom, M Pujiati
Bidang 
Organisasi :  Teremutis Nainggolan, Vransisca Dewi
Pendidikan : Christina Nuni, Kristin Marsin
Usaha : Sylvia Sutantra, Elly's Yakin
Kesra jasmani : Agung Sih, R Sri Rahayu
Kesra rohani : Hemalina Malau, Dwi Mulyaningsih
Humas : Lucia Henny, Darwiyati Irna E

Ranting St Teresa
Ketua/wakil :  Yohana Maria/Maria Wina
Sekretaris : Lioni Kusuma
Bendahara : Imelda R Rahmat
Bidang 
Organisasi : Veronica Gelu
Kesra jasmani : Dian Kusumawati
Kesra rohani : Valeria Ambar Tuti
Pendidikan : Laurensia Endang
Usaha : Vivi Linawati
Humas : Maria Naomi Patoding






Next article Next Post
Previous article Previous Post