MEMAKNAI BAPTISAN

author photo January 08, 2022
Minggu, 9 Januari 2022
Pesta Pembaptisan Tuhan
Bacaan: Yes. 40:1-5, 9-11, Tit. 2:11-14, Luk. 3:15-16, 21-22

Untuk mau menjadi orang Kristiani haruslah mengikuti proses pembelajaran, baik itu yang menyangkut pengetahuan, membangun sikap perilaku atau beriman. Jika pada saatnya sudah siap, maka dilanjutkan dengan proses inisiasiyaitu pembaptisan. Penerimaan sakramen baptis adalah tanda untuk identitas diri kita sebagai murid dan pengikut Kristus. Namun, walau sudah dibaptis, kita harus terus belajar menjadi murid  dengan mengikuti pengajaran-pengajaran iman yang diajarkan lewat Gereja. Dengan menjadi murid atau pengikut Kristus, maka kita harus mau melakukan dan mewujudkan apa yang dikehendaki olehNya.

Pada hari ini kita merayakan pesta Pembaptisan Tuhan. Tentu menjadi pertanyaan kritis dalam diri kita, bagaimana koq Tuhan itu dibaptis? Lalu, apa maksud Tuhan dengan pembaptisanNya di sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis itu? Dari bacaan-bacaan Kitab Suci pada hari ini, sekiranya kita dapat dimengertikan  bahwa dengan baptisan dari Yohanes Pembaptis, Yesus hendak menunjukkan kepada banyak orang, pada masa itu, akan sikap hidup kemanusiaanNya, yang mau solider atau sama sederajat dengan umat manusia.Namun, di sisi lain ketika ada suara dari surga yang menggemakan bahwa “Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepadaMu Aku berkenan”, itu hendak menunjukkan pengakuan Allah terhadap Yesus sebagai Anak Allah, yang datang untuk menjalankan misi Allah, yaitu menyelamatkan umat manusia. Jadi, baptisan Yesus hendak menegaskan kepada dunia tentang jati diri Yesus adalah Anak Allah, tetapi juga sebagai Manusia sama seperti kita, kecuali dalam hal dosa.

Bagian lain yang dapat kita pahami dari makna baptisan Yesus adalah bahwa baptisanNya itu adalah jalan pengudusan dan penebusan Allah bagi umat manusia yang berdosa. Sebagaimana umat Israel yang diselamatkan dari Mesir dengan melewati air, maka air baptisan yang diterima Yesus adalah melambangkan keselamatan kekal bagi kita.Jadi, baptisan yang kita terima, adalah cara yang digunakan oleh Kristus sendiri, lewat GerejaNya, untuk memberikan tanda atau identitas bagi kita sebagai pengikutNya, dan untuk menguduskan serta menyelamatkan kita. Rasul Paulus kepada Titus mengatakan bahwa  kita diselamatkan oleh Kristus berkat permandian, kelahiran kembali dan berkat pembaruan yang dikerjakan oleh Roh Kudus yang sudah dilimpahkanNya kepada kita oleh Yesus Kristus. Itulah gambaran secara umum makna dan maksud untuk apa Yesus mau dibaptis. Lalu, apa kelanjutannya setelah menerima  baptisan?

Kalau kita dalami, baptisan yang Yesus terima sekali lagibukan saja sekedar untuk identitas kemesiasan Yesus sebagaimana yang Yohanes Pembaptis seru-serukan, tetapi juga pernyataan akan tugas perutusan yang akan Yesus lakukan. Ketika menerima baptisan dari Yohanes, Yesus berdoa, lalu terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus ke atasNya. Ini menggambarkan bahwa Yesus siap untuk melaksanakan kehendak Allah dalam terang Roh Kudus. Dalam kelanjutan perikop-perikop dari Injil hari ini dapat kita baca tentang kegiatan dan pelayanan-pelayanan yang Yesus lakukan bagi banyak orang, seperti mengajar, menyembuhkan berbagai penyakit, mengusir roh jahat, dsb. Dengan demikian, ketika kita menerima baptisan, itu tidak cukup untuk menjadi tanda identitas kita sebagai orang Kristiani, melainkan juga dilekatkan pada diri kita akan tugas perutusan kita. Misalnya, mengajar iman anak-anak keluarga kita, sekolah minggu, bina iman anak (BIA), mengunjungi atau mendoakan orang sakit, menolong mereka yang menderita, dsb. Nah, sebagai orang yang telah menerima baptisan, bagaimana kita memaknai baptisan kita? Apakah kita sungguh telah berani menunjukkan identitas diri kita sebagai orang Kristiani? Apakah kita mau menjalankan tugas perutusan dari Tuhansecara nyata? Semoga dengan bimbingan dan pendampingan Roh Kudus, kita mampu memaknai baptisan kita  secara nyata dalam sikap iman dan hidup  perbuatan kita  bagi sesama dan dunia. Amin.

Semoga Tuhan memberkati kita dan Selamat berhari Minggu.

Antonius Purbiatmadi



Next article Next Post
Previous article Previous Post