BAPTISAN ADALAH JALAN KESELAMATAN HIDUP KEKAL

Minggu, 10 Januari 2021

Pesta Pembaptisan Tuhan

Bacaan: Yes. 55:1-11; 1Yoh. 5:1-9; Mrk. 1:7-11

Untuk menjadi orang Katolik, proses yang harus diikuti adalah katekumenisasi. Artinya, si calon haruslah mengikuti pelajaran agama atau program-program inisiasi. Setelah dipandang cukup memiliki pengetahuan dan wawasan beriman, maka siap dibaptis. Jadi, pembaptisan dapatlah kita pahami sebagai pertandaan resmi diterima menjadi anggota dalam persekutuan Gereja yang satu, kudus, katolik, dan apostolik. Tentu, setelah menerima baptisan, maka orang Katolik  harus sungguh-sungguh menjadi “wajah” Gereja itu sendiri. 

Hari ini kita merayakan Pesta Pembaptisan Tuhan. Bacaan Injil pada hari ini tentang peran Yohanes Pembaptis terhadap Yesus. Disebutkan bahwa Yohanes Pembaptis memberi  baptisan atas diri Yesus. Baptisan yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis bagi banyak orang adalah tanda pembersihan diri atau pertobatan dari keberdosaan dan persiapan diri untuk menyambut kedatangan Mesias, Sang Juruselamat. Sedangkan maksud dari baptisan yang diberikan oleh Yohanes Pemandi pada diri Yesus adalah "tanda" bagi banyak orang, supaya “percaya” akan apa yang Yohanes Pembaptis seru-serukan, tentang kedatangan Yesus, Sang Mesias. Dan seruan itu telah nyata dalam kehadiran Yesus. Ia yang datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa-dosa dan untuk memberi jaminan  hidup yang kekal, dan membawa kita kepada Allah. KepadaNyalah kita harus percaya, sebagaimana kita dengarkan dalam bacaan kedua, di mana Yohanes Penginjil mengajak kita untuk percaya akan Yesus: “Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah” (1Yoh. 5:1).

Dalam Injil disebutkan bahwa Yesus pun minta dibaptis oleh Yohanes, meski sebelumnya Yohanes menolakNya karena merasa tidak layak membaptis Yesus. Untuk apa Yesus mau menerima baptisan air dari Yohanes Pembaptis? Pertama, Yesus hendak menunjukkan kepada banyak orang bahwa Yohanes Pembaptis adalah utusan Allah, yang mendapat tugas untuk mempersiapkan "jalan" bagi kedatangan diri Yesus sendiri dan apa yang dinubuatkan serta yang diseru-serukan oleh  Yohanes tentang DiriNya adalah benar. Bahwa DiriNyalah, yang dikatakan Yohanes "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasutNya pun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus" (bdk. Mrk 1:7-8). Kedua, pembaptisan yang dilakukan Yohanes hendak menegaskan bahwa setiap pembaptisan adalah tanda  kehadiran Allah dan pernyataan dari Allah tentang “yang dikasihiNya”. Sebagaimana dalam Injil hari ini kita dengarkan bahwa  setelah Yesus menerima baptisan, Allah menyatakan, "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi , kepada-Mulah Aku berkenan” (bdk. Mrk. 1:11). Jadi, berbahagialah kita yang telah menerima baptisan dan sungguh menjadi  anak yang berkenan di hadapan Allah. Ketiga, pembaptisan yang diterima oleh Yesus adalah tanda peralihan tugas pewartaan keselamatan, yang semula dari Yohanes Pembaptis, untuk kemudian  dilanjutkan oleh Yesus. Dari sinilah kita mengerti akan pusat seluruh isi Injil, yakni tugas dan karya Yesus dalam rencana keselamatan dari Allah untuk kita manusia. Jadi, kalau pembaptisan Yohanes mengarahkan kita kepada pertobatan, maka melalui pembaptisan Tuhan kita diarahkan kepada keselamatan hidup kekal manusia, yang dijalani oleh Yesus lewat sengsara, wafat dan kebangkitanNya. 

Pesta Pembaptisan Tuhan dan Sabda Tuhan hari ini menguatkan kita bahwa jika kita menerima baptisan, melalui Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik, maka kita tidak saja  menjadi murid atau pengikut Tuhan, melainkan  kita juga menjadi anak yang berkenan di hadapan Allah, yang memperoleh jaminan untuk keselamatan kekal. Dalam bacaan pertama, keselamatan kekal, oleh nabi Yesaya digambarkan dengan hidup yang penuh dengan kenikmatan sajian paling lezat (bdk. Yes. 55:2). Janji dan jaminan hidup kekal bersama Tuhan tersebut adalah rancangan dan jalan Tuhan sendiri bagi kita (bdk. Yes. 55:8, 11).Adakah kita menolak tawaran Tuhan untuk menikmati rancangan dan jalan Tuhan tersebut? 

Semoga dengan pesta Pembaptisan Tuhan hari ini, kita semua yang telah menerima baptisan dalam Yesus, kita  semakin percaya bahwa Yesus adalah sungguh Anak Allah yang datang dari Allah untuk menjadi Juruselamat kita, serta yang menghantar kita dari dunia ke keselamatan kekal, yang kelak akan kita nikmati sepenuhnya di sana bersama Allah.  Jadi, baptisan yang kita terima adalah jalan keselamatan hidup kekal kita. 

Semoga kita Tuhan memberkati kita dan Selamat Berhari Minggu.

Antonius Purbiatmadi




POPULAR