MUNGKINKAH AKU MENJADI ORANG KUDUS?

Hari Biasa Pekan XXXI
Hari Raya Semua Orang Kudus

Bacaan: Why 7:2-4.9-14, 1Yoh 3:1-3, Mat 5:1-12a

Sebagai orang Katolik tentu hafal akan syahadat iman rasuli. Menjelang bagian akhir dari syahadat kita itu ada teks yang berbunyi, "Aku percaya akan ...
persekutuan para kudus, ... " Apa atau siapa yang kita imani akan persekutuan para kudus itu?

Hari ini Gereja kita merayakan pesta "Semua Orang Kudus". Ini adalah hari raya untuk menghormati segenap anggota Gereja, yang disebut "Persekutuan Para Kudus". Sebutan persekutuan para kudus, adalah sebutan untuk  semua orang yang telah meninggal, di mana mempercayakan seluruh hidup imannya selama di dunia demi kemuliaan Yesus Kristus. Atas kesetiaan imannya, mereka memperoleh upah yang besar di sorga!

Kalau kita kaitkan dengan bacaan-bacaan Kitab Suci pada hari ini, seperti dalam bacaan pertama, persekutuan para kudus adalah mereka yang dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, yang berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba (bdk. Why 7:9). Sementara itu kalau menurut Rasul Yohanes, seperti dikatakan dalam bacaan kedua, persekutuan para kudus adalah orang-orang yang menjadi anak-anak Allah, dan yang telah melihat Kristus dalam keadaanNya yang sebenarnya (bdk. 1Yoh 3:1-2). Lalu, dalam bacaan Injil hari ini, Matius pengarang Injil menyebut  mereka adalah jiwa-jiwa yang penuh sukacita dan gembira, karena berkat ketaatan mereka dalam memelihara imannya dengan baik sampai pada akhir hidupnya di dunia ini, sehingga mereka memperoleh ganjaran atau upah yang besar di surga (bdk. Mat 5:12).

Orang-orang kudus adalah orang-orang yang semasa hidupnya di dunia telah memegang dan melaksanakan keutamaan hidup beriman yang benar kepada Tuhan. Mereka menjalankan dengan sungguh-sungguh semua prinsip keutamaan  hidup beriman seperti yang diajarkan oleh Yesus di atas bukit, sebagaimana kita dengarkan dalam bacaan Injil pada hari ini.

Dalam suatu kesempatan audiensi umum, Bapa Paus Fransiskus pernah menegaskan kepada kita umat beriman bahwa kita semua dipanggil untuk hidup penuh kekudusan, yang didasari akan pengajaran Yesus, seperti yang kita dengarkan dalam Injil hari ini,  “Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga" (bdk. Mat.5:12). Bapa Paus Fransiskus mengambil pengajaran Yesus, yang bersumber  dari  bacaan Injil hari ini. Seruan Bapa Paus Fransiskus disampaikan untuk kita, yang hidup  dalam dunia modern, supaya selalu mengusahakan kekudusan dalam hidup sehari-hari. Beberapa waktu yang baru lalu, Gereja membeatifikasi Carlo Acutis, pemuda yang meninggal saat berumur 15 tahun, yang selangkah lagi mendapat gelar santo. Dia seorang pemuda, yang hidup di jaman modern. Namun, sikap iman dan hidupnya mendasarkan diri pada prinsip-prinsip keutamaan yang Yesus ajarkan. Nah, bagaimana dengan kita sendiri, yang juga hidup sebagai orang modern ini menanggapi seruan Bapa Paus Fransiskus? Sanggupkah kita menjalankan pengajaran Yesus hari ini?

Sebagai orang beriman, tentu kita berharap kelak dapat menikmati hidup dalam  kebahagiaan menjadi orang kudus atau hidup bersama para kudus, bukan?. Melalui bacaan Injil hari ini, Yesus mengajar dan mengajak kita untuk menikmati ganjaran atau upah berkat menjadi anak-anak Allah, seperti para kudus, yang menikmati kebahagiaan di sorga. Seiring dengan perayaan hari raya "Semua Orang Kudus", dan bacaan-bacaan liturgi hari ini, kita semua diajak menyadari diri untuk kembali memusatkan perhatian iman kita  pada kehidupan abadi dalam persekutuan para kudus. Semoga  pengajaran Tuhan tentang "Sabda Bahagia" hari  ini membangkitkan semangat kita sebagai orang beriman di jaman modern ini untuk mempersiapkan diri menjadi bagian dari “persekutuan orang kudus”. Semoga kita mampu mewujudkan harapan itu dalam bimbingan Tuhan kita Yesus Kristus. Amin. 

Semoga Tuhan memberkati kita dan Selamat Berhari Minggu.

Antonius Purbiatmadi

 


POPULAR