ROH KUDUS MENYERTAI KITA

Hari Raya Pentakosta
Bacaan : Kis 2:1-11, 1Kor. 12:3b-7,12-13; Yoh. 20:19-23 

Allah menciptakan kita sebagai mahkluk ciptaan yang paling sempurna. Kita tidak hanya memiliki badan dan jiwa tetapi juga roh. Mazmur tanggapan bacaan hari ini menggambarkan peran Allah, yang sangat menentukan hidup dari segala ciptaanNya di dunia ini. Seandainya Allah mengambil roh kita, maka kita mati binasa dan kembali menjadi debu. Jika Allah mengirim rohNya, maka mahkluk tercipta, dan Allah membaharui muka bumi (bdk. Mzm 104:29-30). Pemazmur, pada hari ini, mengajak kita untuk mengerti bahwa Roh Allah adalah Roh yang memiliki daya hidup, yang menjadikan asal-usul segala ciptaan, khususnya manusia. Dengan hembusan Roh Allah, maka manusia itu menjadi makhluk yang hidup, yang lebih tinggi dan mulia daripada mahkluk lain. Roh Allah menjadi sumber pokok kehidupan kita (bdk. Kej 2:7).

Bacaan Kitab Suci pada hari ini tentang Roh Kudus. Roh yang dijanjikan Yesus kepada para muridNya. Dari bacaan pertama, kita memahami bahwa Pentakosta adalah hari penggenapan janji Yesus untuk mencurahkan Roh Penolong bagi para muridNya dan semua orang yang percaya pada Yesus. Roh itulah yang nantinya menyertai para murid untuk tugas perutusan dan kesaksian iman mereka. Pada hari Pentakosta itu, berkat pencurahan Roh Kudus, para rasul menjadi berani dan mampu memberi kesaksian iman serta mewartakan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh orang banyak. Kesaksian dan perwartaan para rasul membuat orang banyak mengerti tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah (bdk. Kis 2:11). Dan Roh Kudus itu yang menyertai dan membimbing para rasul untuk membawa banyak orang kepada pertobatan dan menjadi percaya kepada Yesus.

Kita sebagai murid Tuhan, yang berkat pembaptisan yang kita terima, maka kita pun mendapat tugas perutusan mewartakan kesaksian iman kita akan Yesus. Dalam Amanat AgungNya, yang disampaikan sebelum Yesus naik ke sorga, Yesus memberi perintah kepada para muridNya untuk pergi dan menjadikan semua bangsa muridNya. Dan dalam menjalankan tugas perutusan itu, Tuhan akan menyertai para muridNya senantiasa sampai kepada akhir zaman melalui kehadiran dan kuasa Roh Kudus (bd. ayat Mat 28:20).

Amanat Agung Yesus tentang tugas perutusan itu sekarang berlaku untuk kita semua. Bentuk dari tugas perutusan itu beraneka macam, yang umumnya lebih kita kenal dengan sebutan pelayanan. Dalam bahasa Paulus, seperti kita baca dalam bacaan kedua, bahwa ada rupa-rupa pelayanan, namun berasal dari sumber yang satu dan sama, yakni dari Tuhan (bdk. 1Kor 12:5). Dan semua tugas perutusan atau pelayanan itu adalah untuk kepentingan bersama. Jadi, kalau pun kita melakukan pelayanan, di mana yang satu berbeda dari yang lainnya, itu bukanlah untuk saling menimbulkan persaingan, atau demi kepentingan diri sendiri atau nama baik kelompok kategorialnya, melainkan semua untuk kemuliaan Tuhan.

Sebagaimana dalam bacaan Injil dikatakan bahwa pemberian Roh Kudus oleh Yesus kepada para muridNya, itu yang utama adalah untuk menyertai para murid dalam tugas perutusan mereka. Karena tugas Yesus di dunia akan berakhir, maka keberlanjutan dilakukan oleh para murid. Yesus berkata, “Sekarang Aku mengutus kamu, pergilah dengan disertai Roh Kudus untuk memberitakan Injil” (bdk Yoh 20:21). Sabda ini menunjukkan kepada kita bahwa dalam penyertaan Roh Kudus, berarti Yesus sendiri sungguh-sungguh ada, dan daya kuasaNya yang kita terima adalah untuk melakukan pelayanan-pelayanan yang ada.

Sebagai umat beriman, kita semua dipanggil dan diutus untuk memberi kesaksian hidup beriman. Salah satu bentuk sederhana adalah pelayanan di lingkungan tempat kita tinggal. Sungguh aneh, jika ada dari antara kita yang enggan atau bahkan menolak untuk pelayanan di lingkungan entah sebagai anggota koor atau menjadi pengurus lingkungan atau di RT/RW. Tidak perlu takut untuk menjalankan pelayanan. Siapa pun anda, jika menjalankan tugas perutusan atau pelayanan, pastilah kita akan diperlengkapi oleh Tuhan dengan Roh KudusNya, dan diberiNya kuasa yang diperlukan.

Semoga dengan peristiwa Pentakosta hari ini, kita para murid Tuhan menjadi lahir baru sebagai insan yang penuh Roh Kudus. Setiap kita yang mengaku diri sebagai murid Tuhan harus mau ambil bagian dalam tugas perutusan. Mari kita laksanakan tugas perutusan dari Tuhan itu dengan penuh syukur dan sukacita, yang semuanya demi kemuliaan nama Tuhan.

Semoga Tuhan memberkati kita dan Selamat Berhari Minggu.
(Antonius Purbiatmadi – Lingk. Agatha)

POPULAR