APAKAH YESUS MENGENAL DOSA?

Permasalahan

Pernah ada seorang non-Kristen yang berkata, "Ternyata Yesus itu juga seorang pendosa." Ketika ditanya mengenai dasar pernyataan tersebut, ia menjawab demikian, "Bukankah Yesus sendiri yang mengajarkan doa Bapa Kami kepada Anda, dan bukankah di dalam doa itu Yesus mengajarkan permohonan ini, "Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami" (Mat 6:12)?

Tanggapan

Sepintas lalu, persoalan di atas sulit sekali untuk disangkal karena tampak amat logis. Akan tetapi, sebenarnya tidak demikian. Kitab Perjanjian Baru secara konsisten mewartakan bahwa Yesus tidak mengenal dosa apa pun. Dalam Ibr 4:14-15 dikatakan, "Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa" (lihat juga 2 Kor 5:21). Doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus bukanlah bukti bahwa Yesus adalah seorang pendosa juga. Adapun alasannya adalah sebagai berikut:
  1. Doa Bapa Kami diajarkan Yesus kepada para murid-Nya untuk menunjukkan bagaimana mereka harus berdoa. Yesus berkata, "Dan apabila kamu berdoa ..." (Mat 6:5); "Tetapi jika engkau berdoa ..." (Mat 6:6); "Karena itu berdoalah demikian ..."(Mat 6:9). Jadi, jelas Yesus sendiri tidak termasuk isi doa itu sebab Ia tidak berkata, "Oleh karena itu marilah kita berdoa demikian, 'Bapa kami yang ada di surga..." Meskipun banyak hal yang terdapat dalam doa Bapa Kami memang mencerminkan sikap Yesus sendiri dalam doanya, doa Bapa Kami tidak identik dengan doa Yesus. Dari sebab itu, isi doa Bapa Kami tidak bisa dikenakan begitu saja pada Yesus, apalagi dipakai sebagai bukti bahwa Dia mengenal dosa. Tidak! Sekali lagi perlu ditegaskan, menurut kitab Perjanjian Baru, jelas Yesus tidak mengenal dosa apa pun.
  2. Bila berbicara dengan orang lain, Yesus tidak pernah menyebut Allah itu sebagai "Bapa kita" seakan-akan Allah adalah Bapa yang dimiliki oleh Dia dan oleh murid-murid-Nya secara bersama-sama dan dalam arti yang persis sama. Yesus selalu membedakan dengan tegas Bapa-Nya dari Bapa manusia. Di satu sisi, Yesus sering berbicara tentang Bapa-Nya sebagai "Bapa-Ku." Misalnya dalam Mat 10:32 Dia berkata, "Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di surga" (bdk. 7:21; Luk 10:22; Yoh 2:16). Di sisi lain, Yesus selalu memakai istilah "Bapamu" kalau Ia berbicara tentang Allah kepada orang lain. Misalnya, kepada para pendengar-Nya Yesus berkata, "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga" (Mat 5:16; bdk. Mat 5:45.48; 6:8; Mrk 11:25; Luk 6:36; Yoh 20:17). Mengapa Yesus membedakan "Bapa-Ku" dari "Bapamu"? Jawabannya: sebab hanya Dia sajalah yang adalah Anak Allah dalam arti sepenuhnya. Ia adalah Anak Allah karena kodrat-Nya memang Allah sejak kekal, sedangkan manusia hanyalah anak-anak Allah sejauh mereka telah diangkat atau diadopsi menjadi anak Allah. Dalam Ef 1:5 ada tertulis, "Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya" (atau lebih tepat "anak-anak angkat-Nya"). Kita hanya mengambil bagian dalam keallahan Kristus (2Ptr 1:4). Begitu kita terpisah dari-Nya, kita ini manusia biasa yang fana.

Dr. H. Pidyarto, O.Carm

Comments

Popular Posts